BIMTEK AFACI : Pentingnya Mengenal dan Identifikasi Hama dan Musuh ALami
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang budidaya tanaman padi sehat, monitoring hama penyakit dan pemanfaatan musuh alami, Tim Proteksi BRMP Padi melalui kegiatan “Asia Regional FAW and BPH Diagnostics and Monitoring and Surveillance Program (PMP+)” melaksanakan bimbingan teknis pengenalan dan identifikasi serangga tertangkap light trap, di Kp. Bakan Laban, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Subang. (Selasa, 9/9/25).
Tujuan kegiatan bimtek ini sebagai bagian dari program sosialisasi pengenalan dan pengendalian hama penyakit negara ASIA, kerjasama Indonesia dengan Korea dalam program AFACI.
Bimbingan teknis diikuti oleh 140 petani dari Kelompok Tani Mulya 1, Mulya 4, Mulya 5, Mulya 6, Harapan 1 dan Sejahtera yang aktif dalam budidaya tanaman padi. Dalam kegiatan ini, juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh BPP Pabuaran.
Kepala BRMP Padi yang diwakili oleh Ketua Kelompok Pelayanan Kerja Kerjasama Shinta Dewi Ardhianti dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama BRMP Kementerian Pertanian dengan AFACI Korea. Shinta mengharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas peserta bimtek dalam monitoring dan pengendalian hama penyakit padi. Disampaikan bahwa BRMP Padi terbuka bagi petani yang membutuhkan informasi dan konsultasi terkait permasalahan hama penyakit yang ditemukan di lapang.
Koordinator Penyuluh BPP Pabuaran, Desi Ariestianti SP. dalam sambutannya berharap peserta selalu aktif agar dapat benar-benar memahami , menambah pengetahuan dalam pengendalian hama penyakit padi dan selanjutnya dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Materi bimtek meliputi : pengertian, fungsi dan prosedur penggunaan lampu perangkap (light trap).
Eko Hari Iswanto selaku narasumber menjelaskan secara detail bahwa light trap merupakan satu unit alat untuk menangkap atau menarik serangga terutama serangga yang aktif dan tertarik cahaya pada malam hari.
Dijelaskan bahwa fungsi dari lampu perangkap adalah sebagai alat pemantauan keberadaan hama pada pertanaman padi, sebagai alat keberadaan musuh alami dari hama pada pertanaman, deteksi dini adanya migran dari daerah lain, sebagai alat pengendali secara mekanis, dan data hasil tangkapan dapat dijadikan dasar penentuan waktu tanam atau pengendalian.
Di samping kegiatan pemaparan materi, dilakukan juga praktek mengidentifikasi jenis hama dan musuh alami dari hasil tangkapan light trap. Peserta dibagi 5 kelompok yang masing-masing melakukan pengamatan mulai dari identifikasi dan mengelompokkan jenis serangga, menghitung jumlah dari masing-masing spesies hama dan musuh alami.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatannya. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan serangga hama yaitu penggerek batang kuning, penggerek batang merah jambu, hama putih palsu (pelipat daun), lembing batu, wereng batang cokelat, wereng hijau, gaang dan walang sangit. Selain itu diperoleh musuh alami yaitu Paederus (Tomcat), kumbang karabid, kumbang kubah, dan kepik mirid.