BRMP Padi-AFACI Gelar Bimtek Monitoring Hama Penyakit untuk Amankan Produksi Padi
SUKAMANDI – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi) berkomitmen penuh dalam menjaga produksi pangan khususnya padi dari ancaman serangan hama dan penyakit.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring Hama Penyakit Tanaman Padi yang dilaksanakan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama internasional antara BRMP Padi dengan Asian Food and Agriculture Cooperation Initiative (AFACI) Korea.
Bimtek diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari para petani binaan, penanggung jawab wilayah, serta teknisi kebun. Dengan melibatkan berbagai elemen ini diharapkan sistem deteksi dini terhadap ancaman serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat berjalan lebih cepat dan akurat di lapangan.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Padi yang diwakili oleh Katimker Kerjasama menekankan bahwa perubahan iklim yang dinamis memicu pergeseran pola serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM pertanian, terutama dalam hal pengamatan mandiri, menjadi harga mati demi mencegah terjadinya gagal panen.
Fokus pada Deteksi Dini dan Praktik Lapangan
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif yang memadukan teori mendalam serta implementasi langsung. Materi disampaikan oleh Suprihanto sebagai nara sumber, Ia mengupas tuntas mengenai jenis-jenis gangguan OPT pada tanaman padi yang kerap menjadi momok, mulai dari serangan serangga, cendawan, bakteri, hingga virus tanaman.
Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai arti penting monitoring atau pengamatan tanaman padi secara berkala. Monitoring bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan fondasi utama dalam sistem pengendalian hama terpadu agar petani tidak terlambat mengambil tindakan pengendalian.
Tak hanya teori, para pakar dari BRMP Padi juga membedah metode monitoring dan pengamatan yang efektif, efisien, dan berbasis sains sederhana yang mudah diterapkan.
Puncak dari rangkaian bimtek ini adalah sesi praktik lapang. Seluruh peserta, didampingi oleh instruktur, turun langsung ke hamparan sawah untuk mempraktikkan metode pengamatan secara riil. Mereka belajar mengidentifikasi gejala tanaman yang sakit, menghitung populasi hama di lapangan, serta menganalisis ambang ekonomi sebelum memutuskan langkah pengendalian yang tepat.
Santoso selaku penanggungjawab kegiatan AFACI menyampaikan melalui kemitraan bersama AFACI ini, diharapkan para peserta bimtek dapat menjadi agen perubahan di wilayahnya atau sawah garapannya masing-masing, sekaligus menyebarkan informasi kepada teman-temannya tentang pengendalian hama penyakit dan mewujudkan kemandirian petani dalam mengawal tanaman padi dari hulu hingga hilir.