Komisi IV DPR RI Kunjungan Kerja Spesifik ke BRMP Padi
Subang, 6 Desember 2025 — Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV melakukan kunjungan ke BRMP Padi Subang dalam rangka meninjau kesiapan infrastruktur produksi benih, fasilitas plasma nutfah, serta proses perakitan varietas unggul sebagai bagian dari penguatan rantai pasok padi–beras nasional.
Kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas utama BRMP Padi, mulai dari gudang benih sumber, ruang penyimpanan plasma nutfah, rumah kaca, area produksi, hingga sarana pengujian varietas. Dalam kunjungan tersebut, tim Komisi IV mendapatkan penjelasan mengenai proses pemurnian benih, karakterisasi plasma nutfah, hingga sistem produksi benih sumber yang menjadi fondasi ketersediaan benih bermutu bagi petani.
Usai peninjauan lapangan, rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dan diskusi bersama para pemangku kepentingan.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian menyampaikan bahwa penguatan sektor hulu melalui inovasi perbenihan menjadi salah satu kunci untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional. Ia menekankan bahwa varietas unggul, benih sumber yang terjaga mutunya, dan kesinambungan penelitian merupakan fondasi utama untuk mencapai target swasembada beras.
Kepala Badan juga menyampaikan harapan agar fungsi penelitian strategis yang sebelumnya berada di BRMP dapat dikembalikan dan diperkuat. Menurutnya, transformasi kelembagaan beberapa tahun terakhir menyebabkan sejumlah kendala bagi peneliti dalam melanjutkan riset jangka panjang, termasuk riset perakitan varietas baru dan pengelolaan plasma nutfah. Dengan dukungan kebijakan dan kelembagaan yang tepat, BRMP diyakini dapat berperan lebih optimal sebagai pusat inovasi perbenihan nasional.
Wakil Ketua Komisi IV memberikan apresiasi terhadap berbagai fasilitas dan inovasi yang dikembangkan BRMP Padi. Ia menegaskan bahwa rantai pasok padi–beras tidak akan kuat tanpa sinergi lintas sektor. Badan Pangan Nasional berperan dalam pengelolaan pasok, BRMP serta Ditjen Tanaman Pangan menjadi pusat inovasi dan peningkatan produksi, sementara Perum Bulog dan PT Pupuk Indonesia memastikan stabilitas harga dan kecukupan sarana produksi. Menurutnya, sinergi hulu–hilir ini harus berjalan sejalan dengan penguatan kembali fungsi penelitian di Kementerian Pertanian.
Dalam sesi diskusi, para anggota Komisi IV menyoroti kebutuhan varietas yang lebih adaptif, mengingat dinamika hama dan penyakit yang terus berkembang. Mereka memandang BRMP memiliki kapasitas penting dalam menghasilkan varietas tersebut. Beberapa anggota juga menyoroti kendala yang dirasakan peneliti pasca transformasi organisasi, dan menyampaikan dukungan agar fungsi penelitian dapat dikembalikan ke BRMP untuk memastikan keberlanjutan inovasi.
Perwakilan dari Badan Pangan Nasional, Ditjen Tanaman Pangan, serta BUMN pangan turut memberikan pandangan terkait integrasi sistem pangan nasional. Mereka menekankan pentingnya memastikan kelancaran produksi, distribusi, dan stabilitas beras nasional, yang tidak dapat terwujud tanpa fondasi kuat pada sektor perbenihan.
Kunjungan kerja ditutup dengan harapan bahwa penguatan inovasi hulu, peningkatan koordinasi antar-lembaga, serta dukungan kebijakan yang konsisten akan memastikan BRMP Padi dapat kembali menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung target swasembada pangan nasional.