• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
348 dilihat       10 Oktober 2025

Optimis Target Pangan Aman, Kini Mentan Amran Fokuskan Hilirisasi Pertanian Nasional

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan arah baru pembangunan pertanian yang kini berfokus pada hilirisasi sektor pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah target pangan nasional optimis tercapai.

Dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Mentan Amran menyampaikan bahwa setelah pangan dinilai aman, arah pembangunan pertanian ke depan akan difokuskan pada hilirisasi sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan.
 
Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi merupakan strategi utama agar Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke luar negeri, melainkan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi.
 
“Rencana kita hilirisasi, seperti kelapa ini tidak boleh dijual gelondongan ke luar negeri. Dari kelapa yang kita ekspor 2,8 juta ton per tahun dengan nilai Rp24 triliun, jika diolah menjadi produk turunan seperti coconut milk, nilainya bisa meningkat hingga 100 kali lipat. Itu bisa menghasilkan 2.400 triliun. Katakanlah separuh saja, bisa menghasilkan 1.200 triliun,” jelas Mentan Amran di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (9/10)
 
Sebagai bagian dari upaya hilirisasi yang lebih luas, Kementan juga mulai mengembangkan komoditas lain yang berpotensi besar di pasar dunia.
 
“Itu baru kelapa. Ada yang menarik, gambir juga kita rencana hilirisasi, kita mensuplai dunia 80 persen gambir. Bisa jadi tinta untuk pemilu, bisa untuk siri, bisa untuk sampo dan seterusnya,” lanjut Mentan Amran.
 
Program hilirisasi ini juga diarahkan untuk membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah. Melalui program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) senilai Rp9,95 triliun, Kementan menyiapkan bantuan benih dan bibit gratis untuk petani di seluruh Indonesia, mencakup 800 ribu hektare lahan perkebunan yang diproyeksikan mampu menyerap 1,6 juta tenaga kerja baru dalam dua tahun.
 
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran juga menyinggung arah kebijakan hilirisasi yang terintegrasi dengan program biofuel dan bioethanol nasional. Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan produksi mencapai 46 juta ton per tahun akan mengalihkan sebagian ekspor menjadi bahan baku B50 (biodiesel) untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
 
“Jika 5,3 juta ton CPO dialihkan untuk B50, kita bisa menghentikan impor solar dan sekaligus menghemat devisa. Selain itu, kita dapat mengendalikan harga CPO dunia, karena 60 persen produksinya ada di Indonesia,” paparnya.
 
Mentan Amran juga menegaskan visi besarnya terhadap hilirisasi secara menyeluruh di sektor pertanian.
 
“Mimpi kita adalah seluruh bahan baku yang kita ekspor ke seluruh dunia, termasuk CPO, kita hilirisasi. Khusus CPO dikuasai pemerintah. Dari tandan buah segar menjadi FAME atau biofuel, kemudian menjadi minyak goreng, kemudian menjadi margarin atau mentega. Edit value-nya harus ada di Indonesia,” tegas Mentan Amran.
 
Mentan Amran menekankan bahwa capaian besar ini tidak lepas dari dukungan penuh Presiden RI serta penyederhanaan regulasi yang selama ini menghambat distribusi dan produksi. Regulasi pupuk yang sebelumnya melibatkan 145 aturan kini disederhanakan menjadi tiga tahap: dari produsen langsung ke petani.
 
Mentan Amran menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap cita-cita besar kemandirian pangan dan energi nasional.
 
“Ini mimpi terbesar kita, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Insya Allah mudah-mudahan tiga tahun jadi kenyataan,” ujarnya.

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Presiden Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi dan Membanggakan
    13 Jan 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran: Produksi naik, Target Serap Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton
    12 Jan 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas BRMP Padi
    09 Jan 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran: Swasembada Pangan Jadi Kinerja Terbaik Kabinet Merah Putih
    08 Jan 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Presiden Prabowo Beri Hormat kepada Mentan Amran dan Petani
    08 Jan 2026 - By BBPSI Padi

tags

Mentan Amran Swasembada Beras

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved